26.6 C
Serang
6:37:35 (12 Mei, 2026)
Bantencom Media
DAERAH

Seba Baduy Tradisi Mensyukuri Hasil Panen

Serang,  bantencom – Tradisi Seba merupakan tradisi yang dilakukan untuk mensyukuri hasil panen yang sangat berlimpah dalam satu tahun.

Tradisi ini rutin dilakukan oleh masyarakat Baduy setiap tahunnya yang didalamnya terdapat prosesi silaturahmi antara masyarakat Suku Baduy dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten. Kata Seba sendiri memiliki arti Persembahan.

Dalam konteks upacara Seba, masyarakat Suku Baduy akan mempersembahkan hasil panennya kepada Pemerintah sebagai rasa syukur.

Sejarah mencatat, Tradisi Seba Baduy sudah dilaksanakan ratusan tahun, tepatnya sejak zaman Kesultanan Banten.

Tradisi ini dapat diartikan sebagai simbol ketaatan dan kesetiaan masyarakat Suku Baduy kepada pemerintah setempat.

Seba didahului oleh upacaa Kawalu, yang merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan atas keberhasilan dan keberlimpahan panen. Secara umum, Seba memiliki tujuan berupa harapan keselamatan dan ungkapan rasa syukur. Adapun tujuan upacara Seba secara khusus antara lain membawa amanat pu’un atau ketua adat, memberikan laporan, menyampaikan harapan, dan menyerahkan hasil bumi.

Sejarah mencatat, Tradisi Seba Baduy sudah dilaksanakan ratusan tahun, tepatnya sejak zaman Kesultanan Banten.

Tradisi ini dapat diartikan sebagai simbol ketaatan dan kesetiaan masyarakat Suku Baduy kepada pemerintah setempat.

Seba didahului oleh upacaa Kawalu, yang merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan atas keberhasilan dan keberlimpahan panen. Secara umum, Seba memiliki tujuan berupa harapan keselamatan dan ungkapan rasa syukur. Adapun tujuan upacara Seba secara khusus antara lain membawa amanat pu’un atau ketua adat, memberikan laporan, menyampaikan harapan, dan menyerahkan hasil bumi.

Dalam pelaksanaannya, Seba Baduy diikuti oleh ribuan masyarakat Suku Baduy baik Suku Baduy dalam maupun luar yang telah diseleksi terlebih dahulu, mengingat jarak yang akan ditempuh kurang lebih 80 KM.

 

Kedua kelompok masyarakat Baduy itu akan dibedakan dengan warna pakaian yang dikenakan. Baduy Dalam mengenakan busana dan ikat kepala berwarna putih. Sedangkan Baduy Luar mengenakan pakaian berwarna hitam dan ikat kepala berwarna biru. Sebelum Seba dilakukan, Urang Kanekes akan menggelar upacara kawalu terlebih dahulu selama 3 bulan.

Upacara kawalu merupakan tradisi Masyarakat Suku Baduy dalam mengungkapkan rasa Syukur kepada Tuhan. Setidaknya upacara tersebut dibagi kedalam tiga sesi.

Pada sesi ketiga akan tampak nuansa religi yang kental, seperti orang berusia 15 tahun ke atas akan berpuasa.

Setelah Kawalu usai, masyarakat Baduy akan melanjutkan dengan upacara Ngalaksa. Istilah Ngalaksa merupakan silaturahmi kepada kerabat dan tetangga, dengan membawa hasil panen. Setelah Ngalaksa usai, maka upacara Seba pun akan segera dimulai.

Adapun waktu pelaksanaan Seba sendiri sudah disepakati baik oleh sesepuh adat maupun oleh pemerintah setempat di semua level.

Upacara Seba diawali dengan pengucapan tatabean oleh salah seorang ketua adat yang ditunjuk. Tatabean merupakan ucapan penyampaian kondisi masyarakat, alam dan hasil panen masyarakat Badui ke pemerintah atau Abah Gede

Setelah Tatabean selesai, akan dilakukan dialog anatara Suku Baduy denga Pemerintah. Dalam hal ini, pihak pemerintah baik bupati maupun gubernur akan menanggapi laporan Tatabean tadi. Upacara Seba diakhiri dengan penyerahan hasil panen Baduy kepada Bupati. Sebaliknya, pihak pemerintah akan menyerahkan bingkisan kepada perwakilan warga Baduy.

Pada Seba Badui kali ini, acara yang dilaksanakan selama tiga dibuka oleh Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma.

Dimyati mengatakan, masyarakat Baduy merupakan bagian dari keluarga besar Banten yang konsisten menjaga nilai-nilai luhur kehidupan.

“Baduy ini saudara kita. Mereka menjaga alam, budaya, adat istiadat, disiplin, hidup dari usaha bertani, serta memiliki keyakinan yang kuat. Itu yang harus diteladani,” ujar Dimyati.

Ia menambahkan, kehidupan masyarakat Baduy yang sederhana tanpa ketergantungan pada teknologi modern menjadi contoh penting dalam menjaga keseimbangan hidup dan lingkungan.

“Mereka tidak tergoda gaya hidup berlebihan. Fokus menjaga alam, hutan, sungai, dan kehidupan yang harmonis. Ini selaras dengan semangat pembangunan lingkungan yang asri,” katanya.

Wagub menyampaikan Pemprov Banten berkomitmen menjaga kelestarian masyarakat Baduy dengan tetap menghormati adat dan keinginan mereka.

Ia juga mengaku bangga terhadap masyarakat Baduy yang tetap taat pada aturan adat serta hidup damai tanpa konflik sosial.

“Pemerintah hadir untuk mendukung kebutuhan masyarakat Baduy tanpa mengganggu adatnya. Yang utama adalah menjaga lingkungan dan memenuhi kebutuhan dasar mereka agar tetap hidup tenang dan sejahtera,” ujarnya.

Related posts

Ratusan Kendaraan Terjaring Razia Pajak Kendaraan

Edi Santosa

Jenazah Korban Lion Air JT 610, Tiba Dirumah Duka

Edi Santosa

Piala Presiden, Mitra Kukar Tundukan PSM Makasar

Ridwan Salba

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika diinginkan. Terima: Read More

Privacy & Cookies Policy