RSUD Banten Raih Penghargaan Penggunaan Alkes Terbanyak Dalam Negeri


SERANG Bantencom
Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepada RSUD Banten kategori belanja alat kesehatan (Alkes) terbanyak dalam Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN).

RSUD Banten dinilai melakukan transformasi dalam bidang sarana pra sarana guna meningkatkan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hatuti mengatakan, belanja alkes dalam negeri bagain dari komitmen Pemprov Banten dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

“Ini bagian dari komitmen kita dalam rangka memfasilitasi masyarakat dalam hal kesehatan,” katanya.

Menurutnya, belanja alkes di dalam negeri selaras dengan prinsip Menteri Kesehatan sebagai implementasi dari pilar tiga transformasi sistem layanan kesehatan di Indonesia.

“Belanja alkes di dalam negeri bagian dari mengimplementasikan pilar kesehatan yang digagas Menkes. Tahun depan Kemenkes berkomitmen 50 persen obat dan alkes diproduksi dalam negeri,” ungkapnya.

Sebab untuk menjamin kesehatan, kata Ati, dibutuhkan komitmen yang kuat yang diawali dari pemerintah dan sektor industri. Sehingga nantinya dapat meminimalisir impor dari negara lain.

“Untuk menjamin kesehatan, perlu komimen yang tinggi dari pemerintah dan juga pihak industri. Sehingga masyarakat yang akan menerima dampak positifnya,” ucapnya.

Ia berharap, dengan penghargaan ini RSUD Banten menjadi rumah sakit rujukan dari berbagai daerah, sesuai cita-cita pembangunan RSUD Banten.

“Harapan kami, RSUD Banten menjadi rumah sakit yang andal dan terpercaya sesuai visinya,” harapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Banten Danang Hamsah Nugroho menuturkan, penghargaan yang diberikan Kemenkes bagian motivasi dalam memberikan layanan kesehatan terbaik untuk masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi kesehatan masyarakat Banten,” tuturnya.

Ia berkomitmen untuk mengembangkan sarana dan prasarana rumah sakit sesuai standar RS rujukan yang atraktif.

“Menjadi RS rujukan yang atraktif bagian dari komitmen kami, salah satunya dengan melengkapi sarana dan prasarana,” (ADV)

Related posts

Kadis PUPR dan Biro Adpim Provinsi Banten Paparkan Program Bang Andra

Pemerintah Gratiskan 1,35 Juta Sertifikat Halal bagi Usaha Mikro dan Kecil di Tahun 2026

Mengenal Yudi Budi Wiboeo, dari Aktifis Jadi Pimpinan DPRD Bante

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika diinginkan. Read More