Tradisi ini bertujuan untuk menceritakan dan mengenang sejarah kehidupan, akhlak, dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Di beberapa negara, Maulid dijadikan hari libur nasional, dan perayaannya bisa sangat meriah dengan adanya arak-arakan, zikir, sedekah bumi dan pengajian.
Acara Maulid di Pondok Pesantren Lirboyo pada tahun ini dilaksanakan tiga kali selama tiga hari berturut-turut. Pada hari pertama acara maulid nabi dilaksakan di Masjid Lawang Songo Pondok Pesantren Lirboyo. Untuk hari kedua, dilaksanakan di Aula Al-Muktamar Pondok Lirboyo, sedangkan pada hari ketiga acara maulid ini dilaksanakan di kamar masing-masing para santri.
Di Pondok Lirboyo, perayaan Maulid Nabi dihadiri oleh para Masyayikh Pondok Lirboyo, para pengajar dan ribuan santri.
Acara maulid nabi di Pondok Lirboyo dilaksanakan dengan pembacaan Maulid Diba’ yang dikarang oleh Imam Jalil Abdurrahman Ad-Diba’i.
Namun, sebelum pembacaan kitab Maulid Ad-Diba’i adalah pembacaan tawassul kepada seluruh Masyayikhinal Kirom
Pondok Pesantren Lirboyo. Dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an.
Pembacaan Doa Maulid Ad-Diba’i
Setelah pembacaan kitab Maulid Ad-Diba’i selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Agus H. Abdul Mu’id Shohib. Doa ini merupakan bagian penting dari tradisi pembacaan Maulid, di mana para santri dan hadirin memohon keberkahan serta rahmat Allah melalui perantara Nabi Muhammad SAW. Pembacaan doa ini biasanya berisi permohonan keselamatan, kemudahan, serta kebahagiaan dunia dan akhirat.
Mauidlotul Hasanah I
Setelah doa selesai, KH. An’im Falahuddin Mahrus memberikan Mauidlotul Hasanah, yaitu tentang malam dilahirkannya Nabi Muhammad adalah malam yang lebih agung dari malam lailatul qadr. Hal ini menandakan tentang betapa mulianya Nabi Muhammad Saw.
لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ يَا مُحَمّد لما خَلَقْتَ الأَفْلَاك
“Seandainya bukan karena engkau, wahai Muhammad, maka tidak akan diciptakan alam semesta.”<span;> Maka adanya alam semesta ini semata-mata karena Nabi Muhammad Saw.
Kemudian beliau bercerita tentang sejarah Kanjeng Nabi, seperti pembelahan dada Nabi Muhammad Saw. Beliau juga mengajak para santri untuk meniru akhlak mulia Nabi Muhammad Saw. Dengan membaca biografi Nabi Muhammad Saw.
Pembacaan Doa Acara Maulid Nabi
Acara Maulid pada hari pertama ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. Abdulloh Kafabih Mahrus. Suasana penuh syukur dan kebersamaan menyelimuti para hadirin saat doa dipanjatkan, memohon berkah dan rahmat dari Allah SWT. Momen ini menandai akhir dari rangkaian kegiatan hari pertama dalam peringatan Maulid Nabi, yang sarat dengan makna spiritual dan kebersamaan umat.
Tradisi Maulid, selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi serta memperdalam kecintaan kepada Rasulullah.
Sumber -pondok-pesantren- lirboyo