Moratoriun Rano Mandul, Ratusan Nelayan Demo

SERANG- bantencom- Ratusan warga Pontang, Kabupaten Serang Banten sambangi kantor gubernur untuk meminta pertanggungjawaban Gubernur Banten Rano Karno yang telah mengeluarkan moratorium tenteng penambangan pasir namun tidak dilaksanakan di lapangan.

“Moratorium yang dikeluarkan Rano terkesan hanya akal bakalan untuk meredam gejolak masyarakat aja, buktinya sampai sekarang aktifitas pengerukan pasir masih dilakukan kapal asing”, ujar salah pengunjuk rasa Senen (9/5).

Aksi ratusan nelayan yang diikuti juga oleh ibu ibu dan anak anak itu terganjal oleh hadangan polusi dan Satpol PP yang telah menjaga gerbang kantor gubernur dari pagi hari. Para pengunjuk rasa hanya mampu berorasi di depan gerbang saja.

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa yang sempat menuduh adanya oknum yang telah menerima upeti dari para penambang pasir. Para pengunjuk rasa juga mengajukan  tiga tuntutan terhadap pemerintah. Pertama melakukan audit lingkungan, dan mencabut seluruh ijin penambangan pasir laut yang mengakibatkan rusaknya lingkungan.

Kedua, para pengunjuk rasa juga meminta pemerintah merehabilitasi kawasan pesisir yang rusak. Dan yang ketiga adalah menempatkan para petugas untuk mengawasi dan melarang para penambang pasir yang sampai saat ini masih melakukan penambangan.

Related posts

Kadis PUPR dan Biro Adpim Provinsi Banten Paparkan Program Bang Andra

Pemerintah Gratiskan 1,35 Juta Sertifikat Halal bagi Usaha Mikro dan Kecil di Tahun 2026

Mengenal Yudi Budi Wiboeo, dari Aktifis Jadi Pimpinan DPRD Bante

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika diinginkan. Read More